Senin, 08 Februari 2021

INDONESIA ESCORTING AMBULANCE

Duri, 8 februari 2021
Bagian ke II
Didalam pengertian sambungan pertama, bahwa memang banyak komunitas motor roda dua menjadi bagian dari relawan ambulance, namun IEA "(INDONESIA ESCORTING AMBULANCE) "secara legalitas sudah terdaftar legalisasnya diinstansi terkait. 
Jadi kami relawan IEA "(indonesia escorting ambulance )"memang tidak digaji, kami bermodalan saku pribadi kami untuk operasional pengawalan ambulance, banyak nya pertanyaan apakah relawan itu di gaji, kami jawab " tidak"kami tidak digaji kami bekerja dari hati dan ke iklasan kami membantu buka tutup jalan supaya pasien yang berada didalam ambulance selamat sampai dibtujuan yaitu rumah sakit, dan masih banyak nya penguna jalan belum seratus persen mengatahui apa sih posisi sebenarnya ambulance di jalan yg menyalakan lampu strobo dan sirine. 
Nah disini lah IEA "( Indonesia escorting ambulance) " hadir sebagai komunitas motor yang bersifat relawan dan sosial menurut pendiri IEA"(indonesia escorting ambulance) "dijakarta pertama terbentuknya relawan .
Dan sampai berkembang diberbagai daerah di indonesia. 
Dan sampai di RIAU. KOTA PEKANBARU dan berbagi di kabupaten. Salah satunya di kabupaten bengkalis yang bernama kooerdinator wilayah IEA"(Indonesia escorting ambulance) "kabupaten bengkalis yang saat ini bejumlah 21(dua puluh satu) relawan dan taat dgn aturan keselamatan dijalan.
Yang di pimpin oleh sdr. Hendro irawan serta beberapa jajaran pengurus IEA"(iendonesia escorting ambulance) "wilayah bengkalis dari tahun 2020 s/d sampai saat ini,.
Jadi bagaimana kelanjutan nya..
Nexs time


By. Hendro joey